Alur kerja AutoCAD berubah seiring
dikeluarkannya versi-versi baru. Pada artikel ini saya akan mencoba
membahas fitur-fitur yang akan membuat kerja anda lebih efektif.
1. Gunakan Template
Apakah setiap kali membuat file baru,
anda selalu mendefenisikan styles (text, dimension, etc), layer,
linestyles, dan sebagainya? Jika ya, anda membuang waktu beberapa menit
setiap membuat file baru. Anda dapat langsung memperoleh hal-hal itu
jika menggunakan template. Atur template standar yang ingin anda load
untuk QNEW, dan simpan file-file template anda pada folder tersendiri.
2. Gunakan Text Field
Jika anda memiliki banyak teks yang harus anda ubah berkali-kali, teks field
akan sangat membantu. Misalnya setiap kali anda harus mengubah tanggal
cetak, nama file, digambar, dan sebagainya. Hal ini dapat anda peroleh
secara otomatis dengan text field. Dan anda bahkan dapat menyimpan
variabel tertentu dalam template.
3. Gunakan Dynamic Blocks
Jujur saja, awalnya saya membenci
dynamic blocks. Menurut saya sangat aneh kalau saya punya block dengan
nama yang sama, namun bentuknya berbeda-beda. Misalkan saya punya
library pintu, saya beri attribute ‘P1′ untuk keyplan. Namun dengan
dynamic block membuat ‘kacau’ karena kodenya sama, namun ukurannya
berbeda-beda. Menurut saya, dynamic block sangat mengganggu standard
perusahaan dan membingungkan. Namun kemudian saya menemukan bahwa
dynamic block dapat berguna. Gunakan dynamic block HANYA untuk keperluan visual, tidak untuk scheduling atau komponen standard. Misalkan seperti dinding bata yang saya buat di tutorial ini.
4. Gunakan Annotation Scaling
Annotation Scaling
adalah salah satu fitur favorit saya di AutoCAD 2008. Buatlah
annotative styles jika anda sering bekerja dengan beberapa skala
sekaligus. Anda akan dapat menjaga teks dan anotasi anda tetap terbaca
meski skalanya anda ubah-ubah.
5. Gunakan Layer States
Dalam bekerja dengan AutoCAD, kita
sering harus mengubah status layer, entah sekedar on/off, lineweight
yang berbeda, linestyles, dan sebagainya. Dengan menggunakan layer states dan layer properties per-viewport, banyak keuntungan yang dapat anda dapatkan. Anda bahkan dapat memiliki satu drawing yang ditampilkan secara berbeda-beda!
6. Gunakan Design Center
Design center
bisa dikatakan explorernya AutoCAD. Anda dapat mengkopi block, styles,
dan berbagai elemen lain dari satu file ke file lain. Design center juga
memungkinkan anda membuat tool palletes dari semua block yang ada pada
satu file.
7. Gunakan Block Attributes
Block attributes sebenarnya merupakan
‘tag’ atau kode dari suatu block. Seperti part number, id, dan
sebagainya. Namun banyak yang tidak mengoptimalkannya. Dengan
menggunakan block attributes, anda dapat menghitung jumlah objek secara
otomatis, untuk bill of material/bill of quantity.
8. Gunakan Sheetset
Sheetset
merupakan manajemen drawing yang sangat baik untuk diterapkan. Banyak
fitur otomatis untuk manajemen drawing yang dapat anda terapkan, seperti
title block, batchplot, dan sebagainya.
9. Gunakan External Reference
External reference atau XREF dapat
mengatasi banyak hal. Gunakan XREF jika anda memiliki desain yang
kompleks, dan pisah menjadi beberapa drawing. Lebih baik anda
menggunakan XREF daripada block, jika menginginkan bentuk tipikal anda
berubah secara otomatis. XREF memungkinkan beberapa desain diubah secara
simultan, karena berupa file-file terpisah. Anda juga dapat bekerja
dalam mm untuk desain detail, dan m atau km untuk siteplan. Jika anda
menggunakan koordinat global, anda akan membutuhkannya… karena pada area
yang luas bekerja dengan mm akan mengakibatkan masalah.
10. Bacalah New Features Workshop
AutoCAD versi baru tentu memiliki fitur
baru. Merupakan hal yang bijak untuk menyisihkan sedikit waktu untuk
melihat new features workshop. Siapa tahu ada fitur baru yang anda
butuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar